Kamis, 17 September 2015

Review Film The Maze Runner Chapter II: The Scorch Trials

Haiii haii haiii
mau cerita nih, tadi sore gue abis nonton "The Maze Runner Chapter II: The Scorch Trials", boleh dong ya gue cerita dikit gimana filmnya, tenaaaang gue gak akan spoiler kok, hihihi
sinopsisnya tuh :

MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALSSetelah berhasil melarikan diri dari labirin Gladers, Thomas (Dylan O'Brien) masih dihadapkan oleh sebuah masalah. Mereka terjebak di dalam labirin yang berisikan orang-orang WICKED. Di dalam sana, mereka menemukan sahabatnya yang telah hilang bernama Teresa (Kaya Scodelario).
Selama di dalam labirin, Thomas dan teman-temannya diperlakukan baik. Mereka diberi makan dan tempat tidur yang layak. Namun sebuah pertanyaan besar muncul di benak Thomas. Usai waktu makan, selalu ada anak muda yang dipanggil ke suatu tempat rahasia oleh pimpinan labirin. Namun mereka tak pernah kembali lagi. Karena penasaran, Thomas pun mencoba menyelidikinya bersama Aris (Jacob Lofland).
Faktanya, penguasa labirin memanfaatkan bagian dalam tubuh manusia untuk keperluan tertentu. Semua anak yang telah menjadi korban digantung secara mengenaskan dan diambil bagian dalam tubuhnya. Termasuk Teresa, sahabat mereka.
Merasa tak lagi aman, Thomas dan teman-temannya kemudian melarikan diri keluar dari labirin. Mereka harus menerjang dunia luar yang ternyata jauh lebih kejam dari yang dibayangkan. Bola baja yang tiba-tiba muncul dari kegelapan, badai gurun pasir yang merajam habis hingga ke tulang, hingga gerombolan Crank yang haus darah, semakin menciutkan hati mereka.

Rabu, 16 September 2015

TEORI

TEORI
            Kita sering mendengar kata teori dan berbagai macam teori seperti teori bigbang, teori komunikasi model Lasswell dan masih banyak teori lainnya. Tetapi tidak banyak yang mengetahui apa definisi teori sebenarnya. Apa itu teori?
            Banyak literatur menjelaskan bahwa teori berasal dari kata thea yang mempunyai arti bangunan berfikir yang tersusun sitematis, logis, empiris, juga simbolis dalam mejelaskan suatu fenomena. Banyak ahli yang memaparkan apa itu teori, seperti :
  • Menurut Mandler dan Kosen (1959:142), teori ditetapkan deengan pernyataan dan untuk di mengerti oleh orang lain, membuat prediksi tentang peristiwa secara empiris.
  • Menurut Simon dan Newell (1956:67), teori akan menjadi nyaman untuk tujuan kita untuk mendefinisikan sebuah teori hanya sebagai satu rangkaian pernyataan atau kalimat.
  • Menurut Hollander (1967:55), pada dasarnya, teori terdiri dari satu atau lebih fungsional pernyataan proporsi yang memperlakukan hubungan fenomena.
  • Menurut Mc. David dan Harari (1968:21), istilah teori biasanya diterapkan untuk integrasi yang lebih tinggi dari hipotesis ke jaringan sistematis yang berusaha untuk menggambarkan dan memprediksi rentang yang lebih luas dari peristiwa dengan memungkinkan satu hipotesis untuk kualitas lain atau untuk menentukan kondisi di mana yang lain akan sesuai
  •  Menurut Kaplan (1964:296), teori adalah konstruksi simbolik
  • Richard West dan Lynn H. Turner (2007:48), mengartikan teori sebagai sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan di antara konsep-konsep tersebut, yang membantu kita memahami sebuah fenomena.

Sumber - sumber Layanan Informasi - koleksi referensi & layanan referesi

Koleksi referensi adalah koleksi yang hanya dibaca yang pentingnya saja atau yang dibutuhkan saja, tidak bisa dibaca keseluruhan seperti buku biasa. Koleksi referensi menjelaskan sesuatu secara singkat, cepat dan tidak bertele-tele dan biasanya disusun secara abjad.
Koleksi refensi ada dua macam :
  • Koleksi referensi langsung (direct) yaitu jenis koleksi referensi yang informasinya langsung dapat di temukan. Contohnya adalah kamus, ensiklopedia dan lain-lain
  • Koleksi referensi tidak langsung (indirect) yaitu jenis koleksi refensi yang informasinya tidak ada di dalam koleksi refensi tersebut tetapi di rujuk ke dalam referensi lain yang memuat yang kita cari.

Contoh macam-macam sumber refensi :

  1.  Kamus
  2.  Ensiklopedi
  3. Buku tahunan
  4. Direktori
  5.  Buku panduan
  6. Statistik
  7.  Biografi
  8.  Geografi (atlas, peta)
  9. Indeks
  10. Abstrak
  11. Bibliografi
            Perpustakaan biasanya menyediakan layanan refensi, yaitu layanan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan dan biasanya koleksi tidak diperkenankan dibawa pulang. Namun layanan referensi ada batas-batasnya dalam pengertiannya, seperti yang dikatakan para ahli :

Kamis, 03 September 2015

Do It Yourself (DIY) - Membuat laci serbaguna dari kardus

Hai hai hai…
Mau share #DIY nih yang lagi hits di Instagram hihihi
Pasti banyak kan yang tempat tidurnya mempunyai “kolong tempat tidur” ???? nah kalo ada mendingan kolong tempat tidurnya kita isi yuk sama sesuatu yang berguna,Yuukkks
Berawal dari kamar kos yang cuma berisi lemari kecil, lemari laci plastik dan kasur+tempat tidur yang ada kolongnya, langsung kepikiran ntar naro stok makanan dimana ya, naro tas-tas dimana ya, langsung deh keluar ‘AHA’ gimana kalo kolong tempat tidur dibikin laci, terus nanya ke tukang yang biasa buat furniture, nanya harga kalo mau pesen laci buat di kolong tempat tidur berapa, dia nawarin harga 1,2 juta WHHAAAATTTT mahal amiirrr, yaudahlah gue bikin sendiri aja mendingan. Nah alat dan bahan yang harus di sediain adalah
  1. Kardus yang besar dan tebel (biasanya kardus popok atau kardus pembalut)
  2. Solatip
  3. Gunting
  4. Cutter
  5. Penggaris
  6. Pensil

Kamis, 16 Juli 2015

i am back !

haiii blogersss, Anggi Apriliana kembali lagi :D
setelah beberapa tahun vakum karena berbagai alasan yang tidak dapat dijelaskan, gue mutusin buat balik ke blog anggiaprilian.blogspot.com hihihi
setelah ini, insyallah gue bakal 'sering' cerita/nulis-nulis hal yang bisa di bilang penting sampe yang gak penting sekalipun hahaha
Selamat Datang Kembali di APRILZONES

xoxo

Rabu, 01 Juli 2015

Literasi Media

Sekarang kita berada pada era teknologi informasi yang berkembang dengan sangat pesat, yang mana hal tersebut berdampak pada meluapnya informasi yang tersedia terutama informasi yang ada pada media . media memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu kita harus bisa memilih mana media yang baik dan mana media yang buruk.
Cara agar kita dapat memilih mana media yang baik dan mana media yang buruk adalah dengan kita memahami apa itu literasi media. Literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan mendekonstruksi pencitraan media. Dari definisi tersebut terdapat empat kemampuan yang harus dipenuhi agar bisa disebut sebagai literasi media.
Pertama adalah kita harus memiliki kemampuan untuk memahami isi pesan dalam media tersebut. Kemampuan ini tentu sangatlah penting karena kemampuan tersebut merukan kemampuan yang mendasar yang harus bisa kita kuasai. Karena kalau kita tidak bisa mengusai kemampuan tersebut kita tidak akan bisa memilih antara isi pesan di dalam media yang baik dengan isi pesan di dalam media yang buruk.
Yang kedua adalah kemampuan untuk menganalisis isi pesan dalam media tersebut. Setelah kita bisa memahami isi pesan, kita juga harus bisa menganalisis isi pesan tersebut secara kritis agar kita bisa mengevaluasi isi  pesan yang ada di dalam media tersebut. Jika kita sudah memiliki tiga kemampuan tersebut, maka kita akan memiliki kemampuan untuk membongkar isi pesan di dalam media yang mengandung unsur pencitraan.

Kemampuan untuk melakukan hal tersebut ditunjukan agar masyarakat sebagai konsumen media menjadi sadar dan mengetahui tentang bagaimana media dibuat. Jika masyarakat sudah mengetahui tentang hal tersebut maka masyarakan juga tentunya dapat memilih mana media yang baik dan mana media yang buruk.
Dari hal tersebut kita mengetahui akan pentingnya literasi media. Literasi media adalah sebuah tuntutan zaman yang telah berkembang. Dengan perkembangan zaman tersebut berkembang pula kuantitas jenis media yang sangat tidak terbendung disertai dengan isinya yang beragam yang belum dapat diimbangi dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam mengakses media itu sendiri. Oleh karena itu masyarakat diharapkan dapat memahami tentang literasi media agar masyarakat bisa memiliki kemampuan untuk dapat memilih, memahami, menganalisa, mengevaluasi, dan dapat mengkritisi antara berita yang baik dengan berita yang buruk.
Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa literasi media pada masyarakat itu sangatlah penting apalagi sekarang kita berada pada era teknologi informasi yang berkembang dengan sangat pesat. Dengan mempelajari literasi media masyarakat bisa menjadi melek media.
Manfaat melek media didalam era teknologi informasi yang berkembang dengan sangat pesat adalah masyarakat bisa memilih mana media yang baik dan mana media yang buruk. Selain bisa membuat masyarakat melek media, literasi media juga akan menjadi lebih sadar dan kritis dengan berita yang disajikan oleh media. Selain itu pula literasi media bisa mengajarkan masyarakat agar dapat menggunakan media sesuai dengan manfaat yang ingin mereka dapatkan. Hal tersebut akan berpengaruh pada medianya juga karena nantinya masyarakat akan memihak kepada media yang benar, sehingga rating media yang benar akan naik sehingga semua media akan berlomba-lomba menampilkan berita yang baik dan benar. Dan manfaat lainnya adalah bermanfaat bagi masa depan yang akan datang agar tidak kaget untuk hidup di dalam lingkungan media seperti saat ini.

Nama                    : Athian Miftah
NPM                     : 210110150020
Prodi                     : Ilmu informasi dan perpustakaan

No. Kelompok      : 12

Selasa, 29 Mei 2012

MY PIANICA


 
Apakah gambar diatas masih asing di mata kalian? Bagi yang belum tahu, gambar di atas adalah pianica. Pianica merupakan alat musik melodis gabungan yang ditiup dan ditekan. Sekilas alat musik ini terlihat seperti piano, dan memainkannya pun sama seperti piano, hanya saja pianica tidak akan berbunyi jika tidak ditiup terlebih dahulu. Selain itu, cara memainkannya juga hampir sama seperti harmonica, tapi bilah-bilah keyboardnya lebih luas, sekitar tiga oktaf. Dan umumnya, kita sering melihat pianica digunakan sebagai alat pendidikan di sekolah-sekolah.

Anggi pertama kali dibelikan pianica kelas empat SD. Waktu anggi ikut exkul drumband. Sejak saat itu, anggi mulai rajin memainkan alat musik ini. Tapi semenjak kelas lima SD, anggi mulai agak lupa dengan pianica, karena anggi diangkat jadi mayoret.

Tapi pas anggi di kelas 2 smp, anggi mulai membuka pianica  dari tasnya. Karena anggi masuk exkul drumband, awal masuk smp kurang tertarik sama exkul ini, tapi pas kelas 2 smp anggi kangen sama exkul ini.

Jujur anggi Cuma bisa main alat music dengan lancar tu yaa cuma pianika aja, haha. IQ anggi emang rendah di bidang music, apalagi suara anggi yang gak ada bagus-bagusnya, maka dari itu pianika adalah alat music favorit anggi, walaupun anggi sangat kagum sama drum,haha